Tentang Penulis: H. Hadiono, SE

Kalau Anda sedang membaca halaman ini pada jam yang tidak wajar, sambil memikirkan tagihan yang belum terbayar, Anda tidak sedang sendirian. Orang yang menulis buku-buku di situs ini pernah berada persis di posisi itu, dan bukan sebagai pengamat.

Nama beliau H. Hadiono, SE. Selama tujuh belas tahun beliau bekerja di industri pembiayaan dan perbankan, dengan jabatan terakhir sebagai Direktur BPRS dan pimpinan unit sebuah bank swasta nasional. Lalu semuanya runtuh. Aset senilai Rp2 miliar habis terjual, utang masih tersisa Rp1,2 miliar, dan catatan kreditnya macet di 22 lembaga sekaligus.

Dua pengalaman itulah yang membuat isi situs ini berbeda dari artikel bank pada umumnya: beliau tahu bagaimana lembaga keuangan berpikir dari dalam, sekaligus tahu bagaimana rasanya ditagih setiap hari.

Tujuh belas tahun di dalam lembaga keuangan

Karier beliau berjalan dari tahun 1997 sampai 2014 di industri leasing (pembiayaan) dan perbankan. Posisi terakhirnya adalah Direktur BPRS, yaitu Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, serta pimpinan unit di sebuah bank swasta nasional.

Artinya beliau pernah duduk di kursi yang mengambil keputusan: keputusan memberi kredit, keputusan menagih, keputusan melelang jaminan. Pengetahuan itu tidak bisa dipelajari dari internet. Itu sebabnya penjelasan di buku-buku beliau menyebut tahapan yang jarang ditulis di artikel umum, misalnya apa yang sebenarnya terjadi di internal bank di antara surat peringatan pertama dan panggilan lelang.

Tahun 2014: berhenti ketika karier sedang di puncak

Tahun 2014 adalah tahun tertinggi dalam karier beliau di dunia perbankan. Di tahun itu juga beliau memutuskan berhenti. Alasannya keyakinan pribadi, yaitu keinginan keluar dari pekerjaan yang menurut beliau bersinggungan dengan riba.

Keputusan itu ditertawakan banyak orang. Beliau menuliskannya sendiri di buku KEBUT: cemoohan datang karena posisi direktur adalah impian banyak orang yang berkarier di perbankan.

Yang terjadi sesudahnya: Rp2 miliar habis, Rp1,2 miliar tersisa

Sesudah berhenti, usaha beliau ditipu orang, uang dibawa kabur relasi, dan beliau menerima fitnah. Satu per satu harta terjual untuk menutup kewajiban:

  • 2 buah rumah
  • 3 buah mobil
  • 2 bidang tanah kosong
  • Saham di bank

Total aset yang terjual mencapai Rp2 miliar. Utang yang masih tersisa Rp1,2 miliar, dan tidak ada lagi aset yang bisa dijual.

Setelah itu datang bagian yang paling dikenali oleh siapa pun yang pernah gagal bayar: penagih datang setiap hari, ancaman dilaporkan ke polisi, telepon yang selalu bertema tagihan, dan teman-teman yang tiba-tiba menjauh. Beliau menghabiskan enam bulan dalam kondisi psikologis yang berat.

Bagian ini sengaja ditulis apa adanya, karena inilah yang paling sering membuat pembaca berhenti merasa gagal sendirian.

Bangkit, lalu mendampingi orang lain

Proses bangkit beliau berjalan bertahap, bukan seketika. Yang kemudian beliau kerjakan adalah membagikan jalannya kepada orang lain. Beliau mendirikan Camp Bebas Riba Indonesia (CBR), komunitas pendampingan bagi keluarga yang sedang terlilit utang.

Sampai hari ini ribuan orang sudah mengikuti kegiatan CBR, dan beliau berbagi pengalaman hampir setiap akhir pekan di berbagai kota, sampai ke Merauke di ujung timur Indonesia.

Kasus-kasus nyata yang beliau tangani di CBR itulah yang menjadi bahan mentah buku dan artikel di situs ini. Setiap angka dan tahapan yang Anda baca berasal dari kasus yang benar-benar terjadi, bukan dari contoh karangan.

Tiga buku yang beliau tulis

Ketiganya lahir dari pertanyaan yang paling sering diajukan peserta CBR:

  • Lelang dan Solusinya untuk Anda yang jaminannya sudah terancam lelang. Berisi prosedur lelang, proses eksekusi, sembilan kisah nyata, dan dua puluh dua tanya jawab dari konsultasi sungguhan.
  • KEBUT (Keluarga Bebas Utang) untuk Anda yang ingin menata ulang keuangan keluarga dari titik minus, termasuk cara membangun dukungan di dalam rumah.
  • Strategi Lunas Pinjol untuk Anda yang sedang menghadapi tekanan penagihan pinjaman online.

Cara menghubungi

Pertanyaan seputar isi buku, cara pemesanan, dan jadwal kegiatan CBR bisa disampaikan lewat WhatsApp di 0811-1013-677 atau lewat halaman kontak.

Catatan: seluruh tulisan di CaraLunas.com bersifat edukasi umum dan bukan nasihat hukum atau keuangan perorangan. Selengkapnya di halaman disclaimer.

CaraLunas.com - 2026